Malam ini adalah kali kedua saya mengikuti zoominar
tentang public speaking. Penggagas acara ini adalah seorang
blogger yang sudah tidak asing lagi di telinga guru-guru di Indonesia, apalagi
PGRI. Wijaya Kusuma atau yang dikenal dengan sapaan Omjay ini memang giat
membuat acara-acara peningkatan kompetensi guru. Acara ini adalah salah
satunya.
Acara yang bertajuk "Public Speaking
for Teacher" ini diselenggarakan dua kali yaitu pada Selasa malam
dengan narasumber Ibu Amiroh dan malam ini dengan narasumber Bapak Mufid.
Pada Selasa malam, saya tidak menyimak dengan
tuntas karena ada tugas yang harus diselesaikan. Namun pada malam ini saya
dapat menyimak dengan tuntas pemaparan dari narasumber.
Malam ini, Kamis, 4 Februari 2021, yang menjadi
narasumber adalah Nasruhan Mufid. Seorang guru Matematika di SMK N 7 Semarang
yang juga sebagai seorang content creator di YouTube. Terjunnya
beliau di dunia per-youtube-an berawal dari sebuah tantangan untuk mengajarkan
guru dalam jumlah masal.
Acara berjalan lebih dari dua jam namun
sampai injury time masih banyak audien yang ingin berdiskusi.
Bukan hanya alur acaranya yang dibuat menarik dengan selang pemaparan dan tanya
jawab namun juga penyampaian nara sumber yang santai, berisi, dan tetap rendah
hati yang membuat audien terasa terhipnotis untuk tetap on.
Oleh karena itu, tema public speaking adalah
hal yang sangat tepat dengannya. Narasumber menyampaikan 6 hal yang harus
diperhatikan bagi public speaker, yaitu:
1.
Kenali tujuan dan audien dengan baik.
Sebelum berbicara di depan umum, kita
perlu tahu tujuan kita berbicara dan audien yang akan mendengarkan kita. Apakah
audien itu anak-anak, orang dewasa, pejabat, ibu-ibu, tokoh keagamaan, dan
lainnya? Hal ini akan mempengaruhi bagaimana dan apa yang akan kita bicarakan
atau sampaikan.
2.
Susun poin-poin penting yang ingin
disampaikan.
Biasakan untuk membuat poin-poin
penting yang akan dibicarakan. Hal ini agar apa yang kita sampaikan on the
track. Meskipun seorang public speaker yang sudah memiliki jam
terbang yang banyak, poin-poin ini menjadi sesuatu yang mutlak.
3.
Persiapkan alat bantu jika diperlukan.
Agar apa yang kita bicara tersampaikan
dengan baik bisa jadi alat bantu sangat dibutuhkan. Alat bantu berupa slide
power point, mikrofon yang memadai, atau lainnya kadang dibutuhkan seorang public
spreaker. Hal ini karena tidak semua orang dapat menyampaikan hanya dengan
suara. Walaupun pasti ada yang dapat melakukannya tanpa alat.
4.
Kuasai materi dengan berlatih terus
menerus.
Ala bisa karena biasa, mungkin ungkapan itu ada benarnya. Bagi seorang public speaker, banyaknya
berlatih dan jam terbang akan mengasah kemampuannya tanpa disadari.
5.
Perhatikan aspek non verbal.
Seorang public speaker bukan
hanya berbicara secara verbal tapi juga non verbal. Penampilan, body language,
mimik, sorotan mata, dan lainnya juga hal yang penting untuk diperhatikan.
Kecuali jika audien tidak melihat kita secara langsung, seperti di radio.
6.
Percaya diri (believe in
yourself).
Percaya diri menjadi hal yang sangat
penting dalam public speaking. Walau sebenarnya kepercayaan diri
dibutuhkan dalam hal apapun. Namun percaya diri ini tidak lantas menjadi over
confidence. Percaya diri yang dimaksud adalah kita perlu percaya dengan
kemampuan kita dengan perencanaan dan latihan yang optimal.
Narasumber juga menyampaikan bahwa public
speaking bukan hanya berbicara langsunf di depan audien tapi juga
memposting sesuatu di media sosial juga merupakan bagian dari public
speaking.
Acara semakin hangat dengan pertanyaan dari audien
yang bertubi-tubi. Dari hal yang berkaitan dengan tema zoominar, pendidikan,
pelajaran Matematika, sampai curahan hati guru dan orang tua masa pendemi
seperti saat ini.
Sampai dengan detik ini, saat menulis ini, saya terngiang-ngiang
dengan beberapa kalimat yang disampaikan narasumber yang menurut saya adalah
quotes, yaitu:
“Remeh bagi kita bisa jadi luar biasa bagi sesama.”
“Guru yang tua tidak malu belajar, guru yang muda
tidak enggan berbagi.”


Komentar
Posting Komentar