Rio stress berat, baru kemarin ia gagal menikahi sang kekasih pujaan hati yang ingin dipersuntingnya setelah lebaran karena kekasihnya harus menaati orang tuanya untuk menikah dengan lelaki lain. Hari ini, baru hari pertama masuk setelah PSBB direksi perusahaan mengumumkan bahwa akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada beberapa orang yang akan sampaikan oleh manajer personalia.
Pada pukul 15.00 WIB, satu persatu karyawan dipanggil ke ruangan personalia, sampai tiba giliran Rio masuk. Ia duduk di depan manajer dengan penuh tanda tanya dan detak jantung yang berdebar lebih kencang. Beliau memberikan sebuah amplop yang berisi keterangan di PHK atau tidaknya karyawan. Setelah Rio membuka amplop tersebut, ternyata ia termasuk karyawan yang di PHK. Rio keluar ruang personalia dengan langkah yang gontai dan stress yang semakin berat mendera. “Kalau seperti ini, untuk apa aku hidup. Mati akan lebih baik bagiku.” Batinnya.
Rio masuk naik ke lantai tertinggi di perusahaannya dengan menggunakan lift. Setelah sampai di lantai 16 dan suasana sudah sangat sunyi karena hampir semua karyawan telah pulang dan PSBB diperpanjang selama dua minggu ke depan, ia masuk ke ruangan dan mendekati kaca lalu membukanya. Sesekali Rio melihat ke bawah, orang dan kendaraan yang berlalu lalang tampak lebih kecil. Kakinya melangkah pelan-pelan sampai setengah telapak kakinya mengayun tak beralas lantai. Ia mengambil sapu tangan yang ada di sakunya dan diikatkannya di kepala menutupi seluruh matanya. Dengan perasaan yang tak keruan, ia condongkan badannya, dan “Brakkkkkk . . .” Rio terjatuh. Ia heran, mengapa ia masih bisa membuka matanya. “Kok, saya ada di lantai dalam kamar.” Katanya dalam hati dan ternyata kejadian tadi hanyalah sebuah bunga tidurnya.

Oh mimpi??😁😁
BalasHapusBegitulah, Ambuguru
HapusTadinya saya pikir berakhir tragis
BalasHapusBenarkah itu yang namanya twist?
HapusKeren, Pak.
BalasHapusTerima kasih, M Rasyid Nur
Hapus