Cara Membuat Anak Bisa Membaca Saat Belajar Daring

 


Pandemi covid-19 sudah berlangsung selama setahun dan belum juga dapat dipastikan akan berakhir. Hal ini membuat pembelajaran tatap muka di sekolah masih menggunakan metode daring atau online.

Pembelajaran seperti ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara agar anak dapat membaca dengan cepat. Pemanfaatan gadget dalam menstimulasi kemampuan membaca anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.    Bercerita (story telling) dengan menampilkan tulisan huruf, kata, atau kalimat.



Biasakan bercerita dengan media yang menampilkan gambar dan kata. Anak perlu menyimak dan melihat ceritanya dengan jelas.

 

Pada saat anak belajar dengan gadget maka tampilkan cerita tersebut dilayar monitor tepon selular, laptop, atau komputer.

 

2.    Gunakan tombol pada keyboard laptop dan komputer.

Tombol pada keyboard dapat dimanfaatkan untuk belajar mengenal huruf dan merangkainya menjadi kata. Tampilkan word kosong lalu orang tua atau guru menekan tobol huruf atau mengetik kata dengan ukuran font yang besar. Kemudian buat permainan atau tantangan kepada anak untuk memainkan tombol huruf pada keyboard.

 

3.    Manfaatkan whatsapp.

Saat ini whatsapp sudah sangat familiar bagi semua orang.Whatapp dijadikan sarana komunikasi antar individu. Apalagi saat pandemic seperti ini.

 

Whatsapp dapat dijadikan sarana untuk menstimulasi kemampuan membaca pada anak. Misalnya ketika ada pesan masuk di gawai orang tua, biasanya anak akan tertarik. Maka ajak anak untuk turut membaca pesan yang diterima tersebut.

 

Ubah ukuran huruf pada WA menjadi ukuran yang besar. Minta anak mengetik pesan WA dan mengirimkannya kepada ayah, kakak, atau saudara dengan pendampingan. Lakukan dengan frekuensi yang semakin hari semakin sering. Tapi jangan pernah meminta anak untuk menulis pesan dalam bentuk singkatan.

 

4.    Unduh aplikasi permainan kata dan Bahasa.

Aplikasi di google store atau play store sudah banyak sekali. Salah satunya adalah aplikasi yang berkaitan dengan kata dan Bahasa. Mulai dari buku cerita sampai permainan (game) untuk anak-anak.

 

Unduh dan gunakan aplikasi tersebut sebagai alternatif game dan tontonan yang kurang menstimulasi kemampuan membaca pada anak.

 

Pandemi ini menngubah sudut pandang manusia terhadap teknologi,  terutama gawai (gadget). Sebelumnya banyak anak yang dilarang untuk “menyentuh” telpon selular bahkan anti karena informasi yang sering diterima adalah dampak negatif pada anak tapi saat ini benda tersebut menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap individu. Termasuk anak-anak.

 

Orang tua dan orang dewasa dapat membimbing anaknya untuk menggunakan gawai dengan bijak dan memanfaatkannya untuk menstimulasi salah satu perkembangan anak, seperti membaca.

 

Penulis: Hadi Ismanto (Guru SD Islam Bina Cendekia, Pamulang)

Komentar

Posting Komentar