“Kok, sudah jadi guru masih belajar saja sih? Kan, hanya
guru SD.”
Pertanyaan dan juga pendapat masyarakat di atas masih
sering kita temukan dalam perbincangan sehari-hari, entah hal tersebut adalah
sebuah candaan atau tidak dan yang paling disayangkan adalah kalimat ini kadang
keluar dari seorang guru.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan;
proses, cara, perbuatan mendidik. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru sosok
yang sangat penting dalam keberlangsungan dan keberhasilan pendidikan.
Guru merupakan role
model bagi siswa. Oleh karena itu siswa akan menjadikan guru
sebagai contoh bagi dirinya bersikap dan berperilaku secara langsung maupun
tidak langsung. Guru juga merupakan fasilitator dalam proses pembelajaran.
Karenanya guru dianggap sebagai kantung ilmu yang senantiasa akan mengeluarkan
informasi pengetahuannya saat siswa membutuhkan.
Ada sebuah ungkapan berbahasa Arab yang diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia “Jika
tidak punya sesuatu maka tidak bisa memberi.” Ungkapan ini
memberikan pesan kepada guru agar senantiasa belajar meskipun sudah menjadi
seorang pengajar.
Guru yang senantiasa belajar pastinya akan berbeda
dengan guru yang tidak suka bahkan berhenti belajar. Guru yang senantiasa
belajar adalah guru yang kaya akan informasi, pengetahuan, dan wawasan.
Sehingga guru ini akan mudah menjalankan tugasnya, menyelesaikan masalahnya,
dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang cepat berubah.
Saat ini perubahan terjadi dengan begitu cepat.
Teknologi informasi terus mengalami perbaikan dan perkembangan. Hal ini membuat
siswa mengalami perubahan sikap dalam proses pembelajarannya. Mereka dapat
dengan mudah mengakses informasi dan pengetahuan hanya dalam satu detik. Oleh
karena itu guru dituntun untuk senantiasa belajar agar tetap menjadi guru yang
kekinian.
Guru yang dapat bertahan sepanjang masa meskipun
perubahan terus berubah adalah guru yang kaya, yang dalam bahasa Inggris
dinamakan RICH. Apa yang dimaksud dengan guru rich?
Reader
Guru dituntut untuk menjadi seorang pembaca. Membaca
bukan hanya diartikan membaca buku dan tulisan tapi juga guru diharapkan dapat
membaca perubahan zaman. Guru yang terus dan suka membaca ilmu pengetahuan dan
informasi dapat memperkaya wawasannya sehingga cara pandang dan perilakunya
dalam mengajar akan mudah diterima oleh siswa. Begitu juga dengan perubahan
zaman yang selalu berubah, guru perlu memahami karakteristik siswa yang
diajarkannya. Siswa yang lahir pada tahun 1980 an atau disebut dengan generasi
X sangat berbeda dengan siswa milenial, apalagi siswa yang pada saat ini atau
dikenal dengan generasi Z (alpha).
Innovative
Saat ini guru harus mengasah kreativitas dan inovasinya
dalam mengelola pembelajarannya. Guru yang mengajar dengan model pembelajar
satu arah sudah pasti tidak dapat menarik siswa apalagi guru yang hanya
memberikan tugas pada buku pelajaran. Guru perlu berinovasi pada alat peraga
dan media pembelajaran agar menarik perhatian siswa dan ilmu yang diharapak
akan mudah dipahami. Selain itu, guru juga dituntut berinovasi dalam kegiatan
pembelajaran. Kegiatan dengan student
center dan memantik keingintahuan siswa merupakan salah satu
cara yang dapat diterima oleh siswa masa kini karena kalau hanya informasi,
siswa akan dengan mudah mendapatkannya di internet namun dalam praktik dan
kegiatan yang inovatif belum tentu siswa peroleh melalui internet.
Collaborative
Kolaborasi adalah hal yang multak dilakukan oleh seorang
guru karena seorang guru kecil kemungkinannya memiliki berbagai kompetensi dari
berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, guru bisa berkolaborasi dengan guru
lain atau nara sumber lain selain guru yang dapat membuat pengetahuan yang
didapatkan siswa lebih kaya dan bermakna. Saat ini bukan masanya untuk
berkompetisi yang saling menunjukkan keakuannya tapi saat ini adalah masanya
berkolaborasi agar keberhasilan dapar dirasakan oleh semua pihak.
Harmonize
Harmonize atau penyelarasan. Guru masa depan adalah guru
yang dapat menyelaraskan ilmu, mindset,
dan sikap sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Jika sekarang masanya
digital maka guru perlu belajar pendidikan dengan cara digital. Begitu juga dalam
cara kerja dan pembelajaran. Jika siswa sekarang akan sangat tertantang dengan
hal yang berkaitan dengan ilmu baru dan teknologi maka guru seharusnya mampu
mengetahui hal tersebut.
Oleh karena itu guru yang RICH adalah guru yang akan
bertahan dan beradaptasi dengan segala bentuk perubahan. Guru tersebut adalah
guru yang di dalam benaknya tidak ada kata terlambat dan selesai dalam belajar.

Komentar
Posting Komentar