DRAMA SENIN PAGI




 "I don't like Monday." Penggalan kalimat tersebut sangat populer beberapa waktu yang lalu. Bahkan ada lagu yang menuliskan kalimat tersebut dalam liriknya.

Hari Senin memang hari yang membuat beberapa orang terasa berat. Hal ini karena dua hari sebelumnya mereka sudah menikmati hari libur dengan mengistirahatkan tubuh tanpa aktivitas rutin yang menjemukan.
Bercengkrama dengan keluarga, piknik, makan bersama, atau sekadar tidur dan leyeh-leyeh menjadi kegiatan pengisi akhir pekan.
Namun sayangnya waktu tetap berjalan. Kita tidak bisa menghentikan waktu walau hanya sesaat dan hari Senin pun datang meski banyak yang tidak mengharapkan.
Begitu juga hari ini. Saya memulai hari Senin dengan hectic dan grasa grusu. Istri yang sibuk sendiri menyiapkan perlengkapan kerjanya, anak yang rewel dengan tugas daringnya ditambah ada teman guru yang sakit. Ya, sakit memang tidak ada yang meminta. Oleh karena itu, saya hanya mendoakan agar Allah SWT segera menyembuhkan.
Tugas saya ternyata belum kelar, materi pembelajaran yang belum di upload dan pendelegasian tugas ngajar untuk menggantikan guru yang izin membuat suasana semakin bersimbah dengan peluh dan ketergesaan.
Saya segera mengirimkan whatsapp dan voice note ke beberapa guru untuk pendelegasian. Setelah semua telah dilakukan, saya lanjut membuat video pembelajaran karena saya tidak bisa mengajar langsung melalui zoom meeting. Saya harus ikut pembekalan tahap 2 calon pengajar praktik guru penggerak.
Saya langsung menyiapkan perangkatnya dan segeralah take video. Taraaa ... Ternyata saya bisa membuat video dalam waktu 30 menit sampai convert, eksport, dan buat thumbnail.

inilah video yang saya buat dalam waktu 30 menit sudah uploda di channel youtube saya. Share dan subscribe ya ... (jadi promo)


Kita lanjutkan ke cerita ya? ....

Saking terburu-buru, ternyata saya belum juga mandi. Alhasil, saya segera upload ke YouTube melalui YouTube studio. Sambil menunggu, saya pun mandi, berpakaian, dan langsung meluncur ke sekolah.
Alhamdulillah, saya dapat sampai ke sekolah dengan selamat meski saya harus rela terlambat masuk zoom meeting pembukaan tahap 2. Hm ... Akhirnya, satu persatu kegiatan di to do list saya terlaksana.
Ternyata, Senin tidak mengerikan dan membosankan kok.
Buktinya, saya dapat menyelesaikan dengan cukup rapi dan dapat belajar dan bercengkrama dengan teman-teman calon pengajar praktik se-Banten.
Sekarang, saya harus mengubah mindset saya bahwa Senin itu Semangat.
Semangat Senin.

Komentar