"Teman-teman, hari ini bapak akan menyampaikan alur belajar kita." Kata saya setelah menyapa satu persatu siswa kelas 6.
"Apa itu alur belajar?" Kata salah seorang siswa.
"Alur belajar adalah tahapan yang akan kita lakukan saat belajar bersama bapak. Sama seperti main games. Kita harus mulai dari level 1 sampai seterusnya. Begitu juga dengan alur belajar. Kita tidak boleh ke alur selanjutnya sebelum menyelesaikan alur sebelumnya." Jelas saya.
"Oh, begitu. Apa saja alur belajar itu, Pak?" Tanya salah satu dari mereka.
Alur belajar adalah hal yang baru pertama kali saya lakukan saat mengajar. Alur belajar ini saya gunakan agar siswa sejak awal sudah tahu apa yang akan dilakukan selama belajar bersama saya.
Seperti apa alur pembelajaran yang tadi saya lakukan saat mengajar di kelas 6?
1. Kesepakatan Aturan Belajar.
Kesepakatan ini dilakukan oleh semua siswa. Setiap siswa menyampaikan ide dan pendapatnya. Kemudian menyepakati aturan yang akan diterapkan selama pembelajaran.
Saya hanya memberikan pertanyaan pemantik kepada mereka, "Teman-teman, apa yang harus kita lakukan agar belajar kita hari ini menjadi aman, nyaman, dan lancar?"
Setiap siswa yang memberikan ide, saya minta kepadanya untuk menjelaskan dan memberikan contoh agar teman-temannya paham yang dimaksud. Kemudian saya menanyakan kepada mereka untuk meminta kesepakatannya.
"Bagaimana teman-teman, sepakat dengan aturan yang disampaikan oleh A?"
Alhamdulillah, setiap kelas yang saya ajarkan mempunyai kesepakatan yang berbeda-beda. Ada yang hanya 4 aturan tapi ada juga yang sampai menyepakati 7 aturan.
Setelah kesepakatan agar pembelajaran dapat berjalan dengan nyaman, aman, dan lancar sudah dirasa cukup oleh mereka, saya baru melanjutkan ke alur kedua.
2. Belajar.
Sebelum mereka mulai mendapatkan materi saya memberikan pertanyaan kepada mereka, "Teman-teman, apa perbedaan antara mendengar dan menyimak?"
Ternyata pertanyaan ini menjadi diskusi yang menarik. Setelah mereka memahami, saya kembali bertanya, "Saat belajar, kita akan mendengar atau menyimak?"
Sekali lagi mereka menjawab dengan serentak yaitu menyimak.
Setelah itu, saya baru melanjutkan dengan penjelasan materi dengan Mindmap yang biasa saya lakukan saat pemberian materi.
Pemberian materi tidak terlalu lama bahkan sekaligus penjelasan pekerjaan yang akan dilakukan mereka hari ini. Kebetulan hari ini mereka belajar materi mengubah puisi menjadi prosa.
Setelah dirasa cukup paham, saya perlu memastikan kembali pekerjaan yang harus dilakukan mereka dan tentunya pemahaman materi yang tadi saya sampaikan.
Kemudian saya beralih ke anak istimewa untuk memberikan pemahaman materi dan pekerjaan yang harus dilakukannya.
3. Kerja.
Alur ketiga adalah alur bekerja. Hari ini saya menyediakan 4 sampai 5 puisi anak. Kemudian setiap siswa memilih puisi yang akan diubahnya menjadi prosa.
Sekolah kami memang membahasakan tugas dan atau proyek dengan kata kerja sedangkan di jenjang TK dengan kata main.
Saat bekerja masing-masing siswa sibuk dengan dirinya sendiri meski sesekali mengajak temannya berbicara. Kebetulan kerja hari ini adalah kerja individual.
4. Refleksi.
Setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya, mereka menuliskan refleksi. Hari ini adalah kali kedua mereka membuat refleksi pada pelajaran Bahasa Indonesia. Refleksi yang mereka gunakan masih sama dengan pekan sebelumnya yaitu refleksi model 4F.
Saya sangat takjub dengan mereka. Pasalnya di refleksi kedua ini, mereka sudah semakin mahir untuk menuliskannya.
Mereka menuliskan refleksi dengan sangat jujur sehingga saya dapat melihat pemahaman, perasaan, dan keinginan untuk berprogres.
Setelah saya baca, mereka memang mempunyai pemahaman diri sendiri dan keinginan untuk berkembang sesuai dengan yang dirasakannya.
"Ala bisa karena biasa." Sepertinya ungkapan tersebut benar sekali. Saya telah membuktikannya pada hari ini.
Berikut adalah hasil kerja dan refleksi teman-teman kecil saya saat belajar bahasa Indonesia dengan materi mengubah puisi menjadi prosa.



Komentar
Posting Komentar