Kelas Tanpa Pintu dan Jendela

 


Apa yang akan kita gambarkan jika kita dimintai untuk membayangkan kelas pada sekolah?
Pada umumnya, ruang kelas itu dibatasi dengan dinding pada kelas lainnya. Ruang tersebut dilengkapi jendela untuk sirkulasi udara dan ada juga yang ditambahkan dengan kipas angin atau AC. Ya, memang seperti itulah gambaran sebuah kelas di sekolah kita.
Namun berbeda pada ruang kelas di SD Islam Bina Cendekia. Di sekolah ini ruang kelas tidak dibatasi oleh dinding yang memisahkan antar kelas dan ruang kelas seperti sebuah hall (aula) yang terbuka. Jadi di dalam kelas, kita dapat melihat dunia luar tanpa ada sekat pembatas seperti jendela dan kaca.
Sekolah ini memang unik. Agak berbeda dengan sekolah lainnya.
Ruang kelas di sekolah ini hanya dibatasi oleh loker sebatas dada orang dewasa. Itupun hanya sebagian. Jadi guru dan siswa bisa saling melihat.
Lalu, apa tidak menggangu?
Alhamdulillah, selama ini kami tidak mengalami gangguan. Siswa tetap fokus dengan guru dan kelompoknya serta sibuk dengan materi dan pekerjaannya masing-masing. Bahkan jika ada anak-anak "istimewa" yang berlari ke sana kemari, tidak membuat siswa beralih ke anak istimewa tersebut. Mereka tetap fokus belajar pada guru dan teman di kelasnya.
Selain itu, ruang kelas ini memang di design tanpa sekat dinding agar siswa dapat merelaksasi matanya saat sering melihat dalam jarak dekat. Siswa akan melihat ke tempat yang jauh sehingga otot matanya menjadi lebih relaks.
Guru-guru juga akan dapat melihat dan langsung berkoordinasi dengan isyarat jika ada siswa yang mengalami kendala atau masalah.
Selain ruang kelas yang tidak dibatasi oleh dinding. Di sekolah ini juga tidak menggunakan AC di kelasnya. Hal ini dikarenakan kami ingin ikut berkontribusi dalam penanganan global warming dan juga sirkulasi udara alami lebih menyehatkan.
Pandemi ini membuktikan bahwa ruang terbuka akan lebih sehat dan menyehatkan daripada ruangan tertutup.
Alhamdulillah, sekolah kami sudah menerapkan hal ini sejak lama.


Komentar