Setelah pemerintah mengumumkan bahwa di beberapa daerah telah terjadi penurunan angka kasus covid-19 maka PPKM yang pada awalnya berlevel 4 diturunkan menjadi level 3. Hal ini tentu disambut masyarakat dengan suka cita karena hal inilah yang mereka tunggu sejak lama.
Bukan hanya masyarakat yang sangat senang dengan informasi ini, kalangan pendidik juga lebih senang lagi. Hal ini menjadi pertanda bahwa pembelajaran di sekolah akan segera diperbolehkan. PTM Terbatas akan segera dimulai.
Tentunya mereka saya paham bahwa PTM Terbatas dilakukan secara bertahap dengan prosedur dan mekanisme yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, siswa, guru, dan orang tua juga perlu beradaptasi lagi dengan pola dan rutinitas mereka sebelum pandemi karena hal tersebut sudah porak poranda berubah selama hampir 2 tahun pandemi covid-19 ini melanda.
Pihak sekolah dapat dipastikan sudah bergegas menyiapkan dirinya untuk menyambut perhelatan PTM Terbatas yang dirindukannya. Mungkin untuk menyiapkan perangkat dan prosedur pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah cukup mudah disiapkan. Begitu juga dengan guru, mereka dengan mudah menyesuaikan dirinya dalam memberikan pelayanan pendidikan di sekolah dalam rumah PTM Terbatas.
Lalu, bagaimana dengan anak dalam menyambut PTM Terbatas?
Menurut saya ada tiga tipe anak dalam menyambut PTM Terbatas terutama pada anak usia TK dan SD, yaitu:
Tipe Anak (Hijau)
Tipe anak ini adalah anak yang sangat ingin belajar di sekolah. Anak ini sudah merasa sangat jenuh dengan rutinitasnya belajar mandiri atau menggunakan video conference. Selain itu, anak tipe ini biasanya adalah anak yang cukup aktif.
Oleh karena itu, anak tipe ini sangat senang dengan informasi bahwa mereka akan belajar di sekolah. Bukan hanya lebih mudah memahami materi pelajaran namun yang paling dinantikannya adalah bertemu dan bermain dengan teman-teman.
Anak dengan tipe ini sangat mudah untuk mengubah pola kegiatannya yang sebelumnya belajar di rumah dengan berbagai perangkat gawai menjadi belajar di sekolah dengan datang pagi hari. Bahkan anak tipe ini, biasanya sudah menyiapkan dirinya sejak malam bahkan sehari sebelum PTM terbatas dimulai. Seperti anak-anak kalau mau field trip dan piknik.
Tipe Anak (Kuning)
Anak dengan tipe kuning adalah anak yang pada dasarnya ia mau belajar di sekolah namun agak sulit mengubah pola kegiatannya yang lebih santai pada saat PJJ dan harus lebih teratur pada saat PTM Terbatas. Misalnya bangun tidur lebih pagi dan segala pernak-perniknya.
Tipe anak seperti ini ingin bertemu dan bermain dengan teman-teman di sekolahnya namun masih berat untuk melepas kebiasaan barunya, seperti bermain game, bermain gawai, dan santai santuy.
Anak ini perlu dimotivasi beberapa hari sebelum pelaksanaan PTM Terbatas dimulai. Pewacanaan dan menceritakan betapa senangnya belajar di sekolah. Ia perlu diberi arahkan persepsiniya tentang asyiknya bertemu dengan guru dan bermain dengan teman-teman. Selain itu, memahami pelajaran dan tuntas tugas juga dapat disampaikan serta kegiatan sebelumnya juga masih bisa dilakukan agar anak tipe ini tidak merasa bahwa PTM Terbatas akan menggaggu kenyamanannya.
Tipe Anak (Merah)
Tipe anak dengan warna merah adalah anak yang sudah sangat nyaman dengan aktivitas lain selain PJJ. Misalnya frekuensi bermain gawai yang sangat lama atau kegiatan yang cenderung seenaknya seperti bangun tidur, mandi, berseragam, dan lainnya.
Anak tipe ini menganggap bahwa belajar di sekolah meski dengan kata terbatas merupakan hal yang tidak menyenangkan. Ia merasa kenyamanannya dan kebebasannya terusik atau terganggu. Ia kurang peduli dengan teman dan guru karena selama ini, ia hanya melihat dan berinteraksi melalui layar kaca. Itupun kalau berinteraksi, kalau hanya sebagai peserta pasif.
Tipe anak seperti ini dapat diatasi dengan beberapa tahap, seperti: pewacanaan senangnya belajar di sekolah, apresiasi yang terus didengar, dan pendampingan orang tua jika dibutuhkan.
Pada tahap awal, anak ini perlu sekali didampingi oleh orang tua. Hal ini agar anak merasa ia tidak sendirian dan bertemu dengan orang-orang asing (tahu hanya sebatas layar kaca). Setelah selesai, orang tua atau pendamping perlu mengapresiasi bahwa anaknya telah belajar di sekolah dengan baik. Diskusikan pengalamannya dan arahkan kepadanya bahwa belajar di sekolah itu mmenyenangkan.
Memang anak tipe merah ini sedikit jumlahnya karena sebagian besar manusia di muka bumi ini sudah sangat jenuh dengan aktivitas yang terbatas. Apalagi anak-anak yang kebutuhan motoriknya sangat banyak.
#gurupenggerak #sekolahpenggerak #merdekabelajar #ramahanak #sekolahramahanak #transformasipendidikan

Komentar
Posting Komentar